Bisik yang Bermuara
Karya: Annisa Julianti
Setiap kali rindu ini datang,
aku hanya bisa menyebut namamu dalam doa.
Memohon pada langit yang tenang,
agar lapang jalanmu menuju keabadian.
Dulu, aku kerap bertanya dalam sunyi.
Apakah bisikku itu bermuara, atau menguap begitu saja?
Mengapa rasa kehilangan ini terasa berat,
dan dadaku pun kian terasa sesak?
Hari ini, aku menemukan jawabannya.
Ia tak hadir sebagai wujudmu yang kembali.
Melainkan sebagai ketenangan yang memeluk jiwa,
dan senyum pasrah yang kembali ku ukir rapi.
Tuhan tak memulangkanmu ke bumi,
melainkan mendekapmu dalam damai yang abadi.
Aku tau kau telah bahagia di sana,
dan itulah jawaban yang paling indah dari-Nya.
Sumatera Utara, 19 Juli 2026
Annisa Julianti - Bisik yang Bermuara (LCP 47)
📅 21 Juli
👁 Memuat...