Doa yang terjawab dengan indah
Karya: Annisa naya prananindityaNamamu pernah kutitipkan
pada sunyi yang panjang,
mengalir bersama doa-doa
yang tak pernah lelah mengetuk langit.
Aku belajar menunggu,
sebab Tuhan tak pernah terlambat,
Ia hanya sedang menyiapkan
waktu yang paling tepat.
Lalu tanpa banyak kata,
jawaban itu datang.
Bukan sekadar mempertemukan,
melainkan menumbuhkan keyakinan
bahwa takdir terbaik
selalu lahir dari kesabaran.
Kini setiap kali kupandangmu,
yang tinggal bukan lagi rindu
yang menggigil dalam diam,
melainkan syukur
yang memenuhi seluruh ruang hati.
Aku mengerti,
doa yang tulus
tak pernah benar-benar hilang.
Ia hanya menempuh perjalanan
hingga akhirnya pulang
sebagai jawaban
dari Tuhan
yang Maha Menepati janji.
Semarang, 19 Juli 2026