Disintegrasi Epitaf
Karya: Ayasofia Aqila Latifia SaniAku menenggelamkan jangkar terlalu dalam.
Berpikir bahwa
yang kutarik suatu hal berharga.
Pernah kukira menggali suatu peradaban,
namun hanyalah ruang bawah tanah.
Prasasti kecewa berkali-kali meruntuhkanku,
menarik sukmaku ke dalam candi yang lara.
Kucoba memahat solusi untukmu,
agar berhenti diam di tempat
hanya karena retakan fondasimu itu.
Hingga pahatan itu memuai jadi debu
dan tertimbun di stratum tanah terbawah.
Tak pernah kau menoleh ke arah dinding itu.
Apa kau tidak tahu?
Aku senantiasa menunggumu
di reruntuhan candi tersebut.
Namun—
kau pergi meninggalkan;
"Seolah aku hanyalah arca kuno
yang tak ada nilainya."
Rupanya,
fosil yang tak pernah kau duga itu;
Mengkristal dari jiwa sunyi yang dulu kau abaikan.
Malang, 5 Juli 2026.