CITRA OCA FEBRIYANTI - Di Balik Bibir yang Terkunci (LCP 47)

📅 21 Juli 👁 Memuat...
Di Balik Bibir yang Terkunci
Karya: CITRA OCA FEBRIYANTI


Di Balik Bibir yang Terkunci

Di balik senyum yang kupaksa setiap pagi,
Tersimpan badai yang merobek sunyi malamku.
Keluarga yang seharusnya menjadi tempat pulang,
Kini hanyalah asing yang saling memberi luka.

Tubuh renta ini kian kehilangan tenaganya,
Sakit yang tak kunjung temukan penawar.
Kesunyian di kegelapan tanpa batas,
Entah apakah aku kuat menjalaninya.

Lelah ini menumpuk bagai gunung di dada,
Cobaan datang bertubi-tubi tanpa jeda menyapa.
Ingin kubisikkan belas kasih pada Sang Pencipta,
Namun lidahku kelu, tertahan oleh beratnya duka.

Doaku kini menjelma linangan air mata,
Mengalir diam-diam di atas sajadah yang kusam.
Tak ada kata yang sanggup mewakili remuknya jiwa,
Hanya sesak yang membisu di tengah keheningan malam.

Aku takut berharap pada sembuh yang tak pasti,
Juga takut bermimpi tentang rumah yang hangat kembali.
Maka kuserahkan seluruh jerit hati yang tersembunyi,
Dalam desah napas terakhir yang tak lagi bertepi.

Tuhan, Engkau tahu apa yang tak sanggup ku ucapkan,
Rintihan tanpa suara tertahan di kedalaman jiwa.
Hening ini cara terakhirku memohon,
Dekaplah aku dalam damai-Mu yang paling abadi.


Magelang, 20 Juli 2026