Kaca Tanpa Pantulannya
Karya: Devi Nayla UtariHatiku bagai kaca
Yang terlalu lama dibiarkan
Debu meredupkan beningnya
Sementara rindu menetap
Di balik pantulannya
Setiap hari
Resah kutiripkan
Pada mimpi yang enggan singgah
Sementara ku simpan harapan
Hingga namamu perlahan tak kutemukan jalannya
Di penghujung kisah tentang kita
Kau memilih
Menghapus namamu
Nama yang susah payah kurangkai
Menjadi rokoh yang paling ku sukai
Barangkali benar
Jika semesta tak merancang keabadian
Sebab ku yakini
Tak semua yang singgah
Ditakdirkan menetap
Kini kaca itu
Hanya menyimpan retak
Pantulannya bukan tentang wajahku
Melainkan seseorang yang dipaksa
Belajar utuh dari patahan
Kau memilih memecahkan kaca
Tanpa meninggalkan penjelasan
Sedang aku terus meraba serpihannya
Berharap dapat menyatu kembali
Meski tak lagi menjadi "kita"
Pacitan, 03 Juli 2026