Dzaki Fajar Waliyudin - Menepi dari Bisingnya Angan (LCP 47)

📅 20 Juli 👁 Memuat...

Menepi dari Bisingnya Angan

Karya: Dzaki Fajar Waliyudin


Menunggu tanpa pernah belajar ragu,
Lalu bangun seolah tak ada yang runtuh padaku.
Kepala ini tak lagi mengenal sunyi,
Ada yang meronta, namun enggan menjadi bunyi.
Tak semua langkah berakhir pada temu,
Barangkali kita hanya dipertemukan untuk saling menunggu.
Hari-hari kehilangan hitungannya,
Ada yang terasa mati, sementara jiwa masih setia menanti.
Seperti pemuda Kahfi di gelapnya gua perlindungan,
Biar kutidurkan harap ini dari bisingnya angan.
Engkau pun perhiasan di dunia yang fana,
Namun tak pernah letih rasa ingin kuselimuti cinta,
Walau tak tahu apa balasannya di ujung sana.
Kini kusadari, harap pada dunia lekaslah sirna,
Biarlah doa jadi amalan kekal, satu-satunya jangkar yang tersisa.



Malang, 19 Juli 2026