SIMFONI DUA AMIN
Karya: Fhiona Fherolita Al fathiDi pelantaran sunyi,
ada dua harap yang mengetuk langit,
dengan cara yang berbeda.
Kita adalah sepasang jemari yang gemar mengeja rindu.
Namun tak pernah bisa saling bertaut dihadap altar dan sajadah.
Ingin ku bisikkan sebuah frasa paling egois
"Mari menetap denganku."
Namun setiap kali kalimat itu hampir melumpuhkan logika,
gemeretak tasbih dan lonceng gereja mendadak menggema,
mengingatkan bahwa sekat kita adalah,
ruang sakral yang tak boleh runtuh.
Aku merawat debar ini dalam labirin tanpa pintu.
Mengagumimu dari jeda yang paling aman,
sembari meraba takdir yang sengaja ditulis bercabang.
Kita terlalu gigih untuk saling mendoakan,
namun terlalu rapuh untuk merelawan arah angin.
Biar saja harap ini menguap di antara sela sela waktu.
Menjadi rahasia paling megah yang terkubur sunyi,
sebuah kisah di mana kita saling mencintai,
namun Tuhan tetap menjadi pemenang yang tak bisa ditawar.
Surabaya, 05 Juli 2026