Aksara yang Kelu
Karya: Frederika Destini BarasaDi balik tirai malam yang kian pudar,Aku merawat seuntai harap yang samar
Ia tumbuh bak seroja di relung sunyi,Mekar tanpa suara, gugur tanpa saksi
Ingin rasanya aku menjadi payung bagi rindumu,Atau sekadar sauh saat badai menghantam dermagamu
Menyeka peluh yang luruh di keningmu,dan mengeja damai dalam setiap hela napasmu
Namun takdir melukis sekat yang teramat nyata,Membuat aksaraku kelu sebelum
menjelma kata
Aku hanyalah musafir di tepian riwayatmu,Yg tak mampu melintasi batas benteng ragumu
Kini, biarlah rasa ini abadi sebagai rahasia,Tersimpan rapi di laci waktu yang rahasia.
Menjadi sepotong doa yang paling sunyi,Diterbangkan angin, melebur bersama sepi
Jakarta,6 juli 2026