Di Bawah Langit yang Tak Menyampaikan
Karya: Gladysya Rizki AmaliaDi bawah langit yang memucat, kutitipkan harap
kepada angin yang mengembara tanpa tujuan.
Kukira semesta akan mengenali namaku,
lalu membawanya singgah di beranda hatimu.
Namun, senja hanya menurunkan hujan,
sedang rinduku tetap gugur seperti kelopak yang kehilangan musim.
Aku masih duduk pada bangku kayu
di bawah pohon yang setia menaungi penantian.
Kuhitung hari melalui desir daun
dan langkah-langkah yang tak pernah berhenti.
Setiap waktu mengajarkanku bahwa
tidak semua doa menemukan alamatnya.
Kini kupahami, harap tak selalu ditakdirkan tiba.
Sebagiannya menjelma dandelion
yang beterbangan mengikuti arah angin,
membawa kisah yang tak sempat terucap.
Bila suatu hari langit mempertemukan jejak kita,
biarlah hujan menjadi saksi
bahwa pernah ada seseorang yang mencintai dengan diam,
menunggu tanpa kepastian,
lalu pulang dengan hati yang tetap menyimpan cahaya.
Semarang, 10 Juli 2026