Guruh Pratama - Semilir Angin Senja (LCP 47)

📅 21 يوليو 👁 Memuat...
Semilir Angin Senja
Karya: Guruh Pratama


Semilir angin mengusap wajah yang fana,  
mengantar jingga pulang ke peluk cakrawala.  
Di dadaku tumbuh rasa yang tak sempat bersuara,  
menjadi doa bisu yang kehilangan aksara.  

Burung-burung pulang menjemput sarangnya yang lama,  
mentari tenggelam perlahan menyimpan rahasianya.  
Aku masih berdiri di tepian senja seorang diri,  
menanti harapan yang dulu pergi dan tak kunjung kembali.  

Angin menyapa pelan bersama dedaun yang gugur,  
membisikkan kenangan yang makin dalam terkubur.  
Takdir hanya menatap diam tanpa memberi jawaban,  
sementara doa terus mengembara mencari tujuan.  

Cahaya senja meredup dan padam di ufuk barat,  
meninggalkan langit dengan warna yang mulai sekarat.  
Hidup mengajarkanku untuk belajar lebih banyak diam,  
daripada menggantungkan harap pada mimpi yang hilang.  

Bila angin sampai di halaman tempatmu bermalam,  
mungkin ia membawa namaku yang lama tenggelam.  
Namun bila tak satu kata pun berhasil sampai,  
biarlah waktu dengan sabar menyimpan harap ini sampai usai.


Kalahien, Kalimantan Tengah, 20 Juli 2026