Menenun Retak di Langit-Langit Doa
Karya: Ima Muslimah UtamiDi persimpangan waktu yang kehilangan arah,sebuah kehadiran pernah menetap begitu nyata.
Namun kini,ruang itu hanya menyisakan bayang-bayang semu yang enggan beranjak.
Di bawah runtuhan hari yang kian berbeban berat,kerinduan tumbuhmenjadi detak yang konstan.
Ada harapan-harapan yang dilepaskan ke udara,namun gugur sebelum menemukan muaranya,menyisakan duka dan kekecewaan yang pekat. Meski begitu,di ujung segala sunyi,larik-larik doa tetap dikirimkan tanpa jeda.
Pangandaran, 2 Juli 2026