Di Ujung Sujud yang Senyap
Karya: Kartika Alyani SalwaDi lengkung langit yang paling kelam,
aku memeluk sepi, melarung duka yang dalam.
Air mata berserak, mengeja nama-Mu tanpa suara,
merajut pintaan di antara retakan jiwa yang lara.
Lama aku mengetuk pintu-Mu yang sunyi,
membawa kepingan harapan yang nyaris mati.
Dunia mencibir, mengira ragaku telah kalah,
namun sujudku menolak untuk menyerah.
Lalu, fajar itu pun tiba tanpa disangka.
Membawa peluk-Mu, menghapus perih yang berduka.
Bukan lagi sekadar angan atau mimpi yang semu,
Engkau datangkan bahagia di waktu terbaik-Mu.
Maka luruhlah aku dalam tangis yang berbeda,
bukan karena perih, tapi haru yang tak terdata.
Terima kasih, Penguasa Semesta yang Maha Rahman,
kini doa ringkihku telah Engkau dekap dalam jawaban.
Tebing Tinggi, 17 Juli 2026