Di ujung kapur yang lelah
Karya: Muhamad Afrizal latifDi ruang kelas ini, aku belajar mengeja takdir Bukan di atas kertas putih yang licin Tapi di atas meja-meja kayu yang mulai terkelupas Oleh tangan-tangan kecil yang haus akan masa depan.
Setiap pagi, sebelum bel berdering nyaring Aku membasuh wajah dengan niat yang bening Menyisipkan satu nama di antara deretan angka dan abjad Sebuah doa yang kuikat erat pada doa-doa Ibu Agar kelak, ilmu yang kuajarkan tak sekadar menjadi debu.
Doa ini telah kusampaikan, bukan lewat kata-kata yang diteriakkan Melainkan lewat sabar yang kuperam setiap kali mereka sulit mengerti Lewat senyum yang kupaksa ada saat hati sedang kalut sendiri Sebab di sanalah—di sudut ruang kelas yang sederhana ini— Doa yang tulus, selalu menemukan alamatnya.
MAGELANG, 15 Juli 2026