Sisa Cahaya dalam Penantian
Karya: Muhammad Alfath Alfityan FaadlianDi sudut senja, kutitipkan harap pada angin,
namun ia berlalu tanpa sempat menyebut namamu.
Ada doa yang tumbuh diam-diam,
mekar di antara ragu dan waktu yang terus berjalan.
Aku belajar bahwa tidak semua harapan
harus tiba sebagai jawaban.
Sebagian memilih tinggal menjadi cahaya kecil,
menuntun langkah meski tak pernah tergenggam.
Bila esok tak mempertemukan kita dengan impian,
biarlah langit menjadi saksi
bahwa aku pernah percaya sepenuh hati.
Sebab harap yang tak tersampaikan
bukan berarti sia-sia.
ia hanya sedang menemukan jalannya sendiri
untuk mengajarkan arti ikhlas dan tetap percaya.
Sampit, 4 Juli 2026