Asa terpeluk takdir
Karya: Muhammad Fairuz MaajidDi sebuah malam yang dingin
Ada jiwa yang menyimpan ingin
Merajut kata demi kata
Menjadi doa penuh makna
Dia yang tidak terpaku dunia
Mendambakan kehidupan penuh warna
Bukan dengan mengotori tangan
Melainkan berserah pada kuasa Tuhan
Deras hujan menyapu sunyi
Di tengah malam bagai simfoni
Seorang pemimpin melantunkan munajat
Meminta kemakmuran bagi seluruh rakyat
Ketulusan hati menembus malam
Menggetarkan arsy di balik kelam
Tiada munajat yang berakhir sia-sia
Saat Sang Pencipta membuka jalan-Nya
Kini fajar menyapa mayapada
Menghapus duka membawa sukacita
Asa yang luhur kini terpeluk takdir
Makmur dan damai akhirnya mengalir
Jakarta, 10 Juli 2026