Doa yang Tak Pernah Menjadi Kata
Karya: Nabila Amalia Putri
Ketika langit telah menanggalkan cahayanya,
dan malam membentangkan permadani sunyinya,
mataku tetap terjaga,
seakan tak ingin berdamai dengan lelap.
Kegelisahan terus meraja,
resah berkelana di setiap penjuru dada.
Meski tak tahu kata apa yang harus ku ucap,
hanya harap yang kupanjatkan kepada-Nya.
Kubentangkan sajadah itu,
tuk menjadi tempat sujudku,
Aku ingin meluapkan rasa itu—
saat harapan nyaris musnah.
Dalam keheningan aku tersadar
bukan suaraku yang lebih dahulu sampai kepada-Mu,
tapi seluruh gemetar yang kusimpan di dalam dada.
Sebab kasih-Mu lebih dahulu memahami hamba-Mu.
Tuhan tak menunggu indahnya bahasa,
tak menghitung panjangnya munajat dan doa.
Bahkan sebelum lisanku belajar berdoa,
Engkau telah lebih dahulu menuliskan jawabannya.
Di sepertiga malam inilah,
langit menjadi saksi atas kebesaran-Mu.
Aku bangkit tanpa membawa jawaban,
namun pulang dengan hati yang jauh lebih lapang.
Ngawi, 20 Juli 2026
Nabila Amalia Putri - Doa yang Tak Pernah Menjadi Kata (LCP 47)
📅 21 Juli
👁 Memuat...