Di Antara Diam
Karya: Nabila Amany UlyaDi antara diam, harap yang tak pernah kusampaikan tersimpan.
Kepada Ayah dan Ibu, yang menyembunyikan setiap lelahnya dibalik senyum,
aku sedang berjuang,
meski langkahku sering tertatih.
Aku belum mampu menghadiahkan bangga,
melainkan kecewa.
Belum mampu menghadiahkan syukur,
melainkan khawatir.
Namun, percayalah,
Setiap jatuh mengajarkanku kembali berdiri.
Setiap air mata menguatkanku agar tak berhenti.
Bila kelak waktu mempertemukan usaha dan hasil,
aku ingin Ayah dan Ibu tahu,
bahwa harap yang lama dan tetap kusimpan dalam diam
selalu berlabuh pada satu impian:
senyum Ayah dan Ibu yang lahir dari kebahagiaan, bukan lagi dari ketabahan.
Jakarta, 7 Juli 2026