Amin yang tak pernah tiba
Karya: Naylah nur ainaAku mengetuk langit dengan doa-doa yang tak pernah lelah. Kusebut namamu di sela air mata yang jatuh lebih dulu daripada kata "ikhlas".
Di hadapanku, napasmu kian rapuh, seolah waktu sedang menghitung berapa detik lagi aku masih boleh memanggilmu "sayang".
Aku meminta keajaiban, memohon agar Tuhan menunda perpisahan kita. Namun langit tetap diam, menyimpan jawaban yang tak sanggup kuterima.
Barangkali, tidak semua doa diciptakan untuk berakhir dengan bahagia. Ada yang hanya mengajarkan cara mencintai sambil merelakan.
Jika nanti matamu benar-benar terpejam, izinkan aku menangis untuk semua rencana yang tak sempat kita hidupkan.
Dan bila "amin"-ku tak pernah tiba pada keajaiban yang kuharap, semoga ia tetap sampai menjadi peluk bagi jiwamu yang telah terbebas dari segala sakit.
Tinambung,04 juni 2026