DETIK YANG TERTAHAN
Karya: Nazwa Nadifa WapilatuAku tak pandai berbicara,
Hanya bisa tersungkur kata.
Dalam sepi, kususun bait-bait rindu,
Mengungkapkan rasa yang tak tersampaikan.
Aku di sini, dengan segala keterbatasanku,
Hati ini penuh dengan harapan dan impian.
Mendengarkan suara jam dinding yang berbunyi tok,
Menghitung waktu yang berjalan, menaruh rasa yang terpendam.
Dalam sunyinya hati,
Berharap angin membawa pesanku kepadamu.
Aku menunggumu, dengan sabar dan setia,
Hingga kita bertemu, merajut kembali benang cinta.
Setiap detik adalah penantian,
Setiap tok adalah doa.
Semoga jarak ini segera terhapus,
Dan kita bersatu dalam hangatnya pelukan.
Jakarta,5 juli 2026