Asa yang Tak Pernah Berlabuh
Karya: Ni Putu SomanadiKulayarkan perahuku sebelum laut terjaga,
bersama mimpi yang kubawa.
Ufuk memanggil namaku,
sementara pelabuhan bersembunyi
di balik garis cakrawala.
Hari-hari menjelma ombak,
menguji layar yang kupintal.
Namun badai datang lebih awal,
merobek arah perjalanan,
sebelum dermaga terlihat.
Kupungut sisa-sisa layar
yang hanyut bersama arus.
Harap karam sebelum berlabuh,
terombang-ambing di balik kabut,
mencari pantai yang tak bernama.
Kini perahuku masih berlayar,
meski pelabuhan tak kutemukan.
Barangkali tak semua pelayaran
ditakdirkan berlabuh,
sebagian hanya menjadi laut.
Singaraja, 16 Juli 2026