Nia Mariska - Akta dari Keheningan (LCP 47)

📅 21 Juli 👁 Memuat...
Akta dari Keheningan
Karya: Nia Mariska




Aku padamkan nyala dalam sunya,
menjadi debu yang hanyut di tirta.
Citta retak menahan duhkha,
sementara waktu mengunci semua pintu aksara.

Malam kutapa, kutulis rintih pada nista,
kujadikan air mata sebagai mantra semesta.
Satu tetes. Dua tetes. Tiga nestapa,
membasuh karat yang lama bersemayam di dada.

Aku bersumpah pada Sang Widhi yang mahaseta,
"Jika harus runtuh, runtuhkan hingga ke mahesa!"
"Karena dari remuk, aku belajar tentang wreda,
dan dari sepi, kutemukan arti cinta."

Tuhan tak menjawab dengan kilat asmara,
Dia mengarsip doaku dalam pustaka karma.
Disegel dengan mudra penantian yang setia,
hingga stempel takdir jatuh pada waktunya.

Hari ini aku berdiri menatap cakrawala,
dua puluh satu musim kutempuh dengan tabah.
Tangan yang dulu menulis pamit penuh nestapa,
kini menoreh janji di atas kertas jiwa.

Baru kutahu, doa terjawab bukan gempa,
ia benih yang tumbuh dalam diam tanpa suara.
Ia lahir dari tanah luka menjadi mahkota,
dan menuntunku pada moksa kecilku yang nyata.




Bandung, 20 Juli 2026