Novidya Choirina Priyandini - Riwayat Sebuah Harap (LCP 47)

📅 13 Juli 👁 Memuat...

Riwayat Sebuah Harap

Karya: Novidya Choirina Priyandini


Air di hadapanku sunyi.
‎Amat sepi santak sedu.
‎Mataku perlahan jadi air terjun.
‎Kepalaku menunduk.
‎Pada tanah di bawah sandalku.
‎Hatiku berkisik.
‎Butuh hangat di dingin bangku besi ini.

‎Dadaku pengap memikul perkara.
‎Gelap cakrawala tak ada beda.
‎Bingung hati pun sama saja.
‎Ingin mencurahkan pada siapa.
‎Yang duganya bagai masakan Ibu serta senyum Ayah?

‎Kanan kiriku meluas.
‎Sesamaku berkumpul.
‎Tiga, dua, atau lebih kurasa.
‎Silih menemani yang tengah merenung.
‎Bangku besi teman mati setiaku.
‎Walau kumau insan yang berbicara.
‎Sekalian temaniku bercurah-cirah.

‎Dongengan tak berpucuk.
‎Harap yang tak lekas sampai.
‎Tiada orang yang datang.
‎Seemosi dan sebahu denganku.
‎Aku masih di sini, belum tenggelam.
‎Jadi maukah kau berlabuh?
‎Biarkan telingamu untukku.
‎Andai enggan, lantas, haruskah kudekap jaketku?


Jepara, 11 Juli 2026