Kepada Anging Mammiri
Karya: NUR ASMILosari meratap menyimpan harap yang tidak berani pulang,
ombaknya mendekap karang yang hafal rindu anak rantau,
airnya menjerit dalam diam kepada laut yang tidak pernah menjawab,
menelan semua yang mati sebelum sempat sampai ke tangan yang menunggu.
Phinisi memeluk dermaga seperti anak yang takut mengecewakan ayahnya,
kayunya menangis menyimpan janji yang belum terbukti,
layarnya meronta merindukan angin yang tidak kunjung datang,
menanggung harap orang tua yang menua di seberang pulau.
Anging mammiri berteriak ke cakrawala membawa nama-nama yang dirindukan,
meniup layar yang berat oleh dosa yang belum tertebus,
membisikkan kepada samudra bahwa kapal itu akan berlayar juga,
dan tetap bertiup, tidak menyerah, sampai harap itu akhirnya pulang.
Makassar, 19 Juli 2026