Menetap dan Hilang
Karya: Nur Efnita sariDi bawah langit yang memucat,
aku berdiri menyaksikan senja menutup hari.
Namamu masih berembus bersama angin,
singgah sebentar di ruang ingatan yang tak pernah benar-benar sepi.
Kita pernah menanam harapan pada langkah yang sama,
hingga maut diam-diam memisahkan perjalanan.
Sejak itu, waktu mengajarkanku memahami sunyi tanpa membenci takdir.
Rindu tak lagi kutitipkan pada air mata,
melainkan pada doa yang terus mengalir tanpa suara.
Kini aku mengerti, cinta bukan sekadar menggenggam,
melainkan merelakan dengan hati yang lapang.
Biarlah kau beristirahat dalam damai.
Sementara aku melanjutkan langkah,
membawa kenangan sebagai cahaya yang tak pernah padam.
Kerinci, 17 Juli 2026