Doaku yang menemukan hadirmu
Karya: Nur MauliaDoaku yang menemukan hadirmu
Di sela hening kupinta hadir seseorang dengan harap menjadi rumah tak berbentuk bangunan,
hanya getar bibir dan harap yang dipeluk malam.
Doa itu berjalan pelan, menapaki lorong-lorong sunyi,
mengintip dari celah lampu, menunggu arah yang benar.
Kau datang seperti angin yang tak kuundang,
membuka kelopak hari yang lama tertutup menjadi rindu.
Senyum mu menenun pagi menjadi hangat,
dan hadirmu menata ulang peta hatiku yang lapuk.
Kami bertemu tanpa peta, hanya dengan jejak doa,
yang dulu kupinta sendiri di bawah naungan bintang.
Setiap kata yang kukirim kembali sebagai senyum,
mengubah kesendirian menjadi rumah kecil berdua.
Jika semesta pernah ragu pada caraku meminta,
maka hadirmu adalah tanda doa tak pernah pulang sia-sia.
Kita berjalan menyulam hari dengan laku-laku sederhana,
menyisakan ruang untuk bersyukur, dan untuk mencintai lebih dalam, hingga akhir cerita nanti.
Jeneponto, 2 Juli 2026