jalan dalam sebuah doa
Karya: Okta MartindoLirih tangis di penghujung kesunyian sebuah doa,
bersimpuh dalam tadahan tangan, terbawa luka.
Hati mencabik jiwa dalam sujud yang teramat haru,
saat kusebut indah namamu satu per satu.
Diri yang hina tersentuh akan doa yang terjawab,
saat lumuran dosa dibasuh air mata, takut aib akan tersingkap.
Hati yang lemah ini tertutup noda, penuh cela,
dicaci maki oleh kotornya dosa-dosa.
Aku diseret dunia ke dalam gelap tanpa cahaya,
mencari secercah nur sebagai wujud akan tuhannya.
Syukurku terngiang dipenghujung sujud yang teramat sunyi.
menjawab ketenangan hati yang merindu jalan kembali.
Hamparan sajadah telah berbicara dalam suara pelan,
saat jiwa seorang hamba menagis menyanjung tuhan.
Berharap rendah jiwanya akan segera ditinggikan,
dipenghujung doa, dalam keridhoan menjemput iman.
Padang,18 Juli 2026