Pasrah Yang Menghidup
Karya: Priscillia Stevania Martha DetakiukPasrah yang Menghidup
Di bawah langit luas penuh misteri,
aku merintih, mengeja sunyi paling sunyi.
Kugenggam harap dengan ragu memilu,
menanti jemari-Mu menyentuh retak laraku.
Namun, rindu ini seperti angin berlalu,
tak bermanik, tak berjejak, seolah membisu.
Setiap baris bait doa yang kupanjatkan,
gugur tanpa arah, karam dalam kesenyapan.
Jiwanya kini menggigil pelan,
memanggil nama-Mu di sepertiga malam lengang.
Bunga harapan yang sempat mekar di dada,
kini melayu, luruh menjadi abu fana.
Mungkin Engkau sang penulis skenario takdir itu,
membiarkan air mata mengalir tanpa akhir.
Dan di kamar kecil bercahaya senja redup,
aku belajar pasrah pada rahasia yang menghidup.
Kupang, 10 Juli 2026