Di Ruang Sunyi Antara Harap dan Nyata
Karya: Ragil FairishDi ruang-ruang sunyi antara harap dan nyata,
terdengar bisik mimpi yang belum selesai,
seperti bayang yang merentang jauh melampaui fajar—
gema lembut dari apa yang mungkin terjadi,
terbungkus dalam napas dingin “andaikan saja”.
Tangan yang meraih bintang terlalu jauh,
kaki yang tersandung di tepi kemungkinan,
detak jantung yang berdegup dalam rindu yang diam—
namun, dalam keheningan, penerimaan yang lembut mulai mekar.
Cakrawala tetap di luar jangkauan,
sebuah janji yang terukir dalam gemerlap ilusi,
mengingatkan kita bahwa kadang,
haraplah bahtera yang membawa kita maju,
meski tujuan akhirnya melesap pergi.
Dan dalam kerinduan ini, ada keindahan yang tenang—
ketangguhan untuk kembali bermimpi,
untuk membawa yang tak terucap di dalam diri,
sebagai bukti keberanian untuk merindukan,
meski ada perih dari apa yang tak tergapai.
kota banda aceh,10 juli 2026