Dibaca: Memuat...
Tahun Kian Dingin, Harap Semakin Mengering
Karya: Rahmat Hidayah AsmaraTahun-tahun ku isi dengan ragu,
ragu pada langkah yang kian mengering saat usia terus mengisi.
Tahun-tahun kesekian,
aku mengurai rencana yang lagi-lagi sisa nestapa.
Pada setiap Januari.
Bintik-bintik harapan mengudara dari jendela kamar,
menari pelan,
beriiringan dengan melodi yang kuucap berulang.
Tiap bintiknya membawa hati dinginku,
berharap dihangatkan oleh pemilik senja juga semesta.
Lalu tiba Juni.
Hangat itu, mimpi itu.
Belum kurasa barang sekali.
Langsung aku bertanya pada Sang Kuasa.
"Tidak kah harapku telah Kau dengar?"
Tak ada jawaban.
Barangkali ragaku tak begitu patuh,
sehingga pesan-pesan itu tak begitu penting untuk dibaca.
Lantas aku kembali meringkuk pada sisa-sisa ruang.
Begitu dingin.
Begitu gelap.
Serasa ingin ku akhiri saja.
Sebab apa lagi guna, jika harap sudah tiada.
Bangkalan, 19 Juli 2026