Ketukan di Pintu Sore
Karya: RIZKA OKTAVIANI RAMADANKita pernah berdiri di barisan paling belakang,
membawa kepala yang bising oleh ratusan tanya.
Menghadap langit yang rasanya terlalu tinggi dan gersang,
melantunkan rapalan yang sama hingga habis suara.
Lalu tanpa adanya terompet atau petir yang membelah bumi,
jawab itu datang tanpa perlu mengetuk terlalu keras.
Menjelma selembar tenang di ujung hari yang sunyi,
membayar lunas semua air mata yang dulu terkuras.
Tangan yang dulu mengepal protes pada semesta yang kaku,
kini terbuka, bergetar menerima apa yang sah jadi takdirnya.
Bunyikan perunggu itu pelan, bukan lagi untuk memanggil haru,
tapi sebagai penanda bahwa badai telah selesai menagih janjinya.
Mari rayakan kemenangan kecil ini dengan segelas minuman favorit.
Bekasi, 06 Juli 2026