Bisik dibalik Guling
Karya: Santika BobihuKudengar hening menampung isak,
di sudut kamar, tanpa saksi,
saat kalimatnya menikam mimpi,
"buat apa sekolah," katanya, berulang.
Tapi aku menyimpan sebuah doa
di balik guling yang basah air mata,
"Tuhan, jika ini yang terbaik,
berikan aku ketabahan, tunjukkan jalan-Mu."
Dua kali gagal, dua kali patah,
namun aku tak pernah berhenti melangkah,
sebab restu ibu adalah pelita,
menuntunku menembus gelap yang sama.
Kini kulihat mata ayah berbinar bangga,
kalimat tajam itu telah sirna,
doa yang dulu kubisikkan sendiri,
kini menjelma jadi gelar di depan mata.
Terjawablah sudah, doa yang lama kupendam,
dalam diam, dalam air mata, dalam iman.
Gorontalo, 14 juli 2026