Doa yang terjawab
Karya: Selvi sulistiani
Aku pernah mengira
doa adalah burung-burung kecil
yang terbang membawa harap,
hingga menghilang di balik langit.
Ternyata aku keliru.
Doa tidak pernah benar-benar pergi.
Ia tinggal di dalam dada,
bertumbuh bersama kesabaran,
menguat bersama luka,
dan bernapas di setiap langkah yang nyaris menyerah.
Musim berganti tanpa aba-aba.
Daun-daun gugur mengajarkan keikhlasan,
hujan memandikan segala kecewa,
sementara matahari datang membisikkan harapan yang nyaris padam.
Lalu, tanpa bunyi yang megah,
Tuhan menjawabnya.
Bukan dengan segala yang kupinta,
melainkan dengan segala yang kubutuhkan.
Saat itu aku mengerti,
keajaiban bukanlah ketika langit berubah warna,
melainkan ketika hati yang semula dipenuhi ragu
berubah menjadi rumah bagi rasa syukur.
Kini setiap sujud tak lagi sekedar permintaan.
Ia menjadi pelukan yang menenangkan,
tempat aku percaya bahwa tak ada doa yang tersesat.
Semuanya sedang berjalan menuju waktu yang telah Tuhan siapkan,
dan pada saat itulah
harapan menemukan namanya: doa yang terjawab.
purwakarta, 02 juli 2026
Selvi sulistiani - Doa yang terjawab (LCP 47)
📅 03 Juli
👁 Memuat...