Mengeja Yatim di Sepetak Loka Leluhur
Karya: Si Ayu Dian NataliaDi bawah nisan Ayah yang telah sunyi,
aku dipaksa mengeja yatim di tanah sendiri.
Tanah warisan berganti sewa tanpa suara,
namun hak waris anak bungsu disergap dengan sengaja.
Tujuh pasang saudara mengepung sepetak loka,
menepis jemariku dengan tuduhan sebatang kara.
Kala jejak karsa pertama baru menapak,
keadilan digilas tanpa sempat kuperkarakan.
Tiga tahun berselang, saat harapan kembali dipacu,
janji manis mekar lalu sirna membisu.
Mereka merajut siasat di balik keheningan,
sengaja memutus asa di saat butuhku menderu.
Perpanjangan sewa dirancang merintangi langkahku,
menghalangi tegaknya hak yang sejak awal milikku.
Di ujung doa, harap yang tak tersampaikan ini,
menjelma api penuntut di atas kezaliman kerabat sendiri.
Munggu, 20 Juli 2026