bulu putih dan mawar di dada
Karya: Sojiro Adie PangestuAku pulang membawa janji.
Di tangan kanan, bulu putih.
Itu sumpahku yang ringan.
Di tangan kiri, mawar merah.
Itu rindu yang belum sempat layu.
Jalan pulang panjang,
rumah tinggal selangkah lagi.
Tapi senja menembak dari belakang.
Anak panah itu adalah malam
yang menjemputku lebih dulu.
Aku rebah di bawah pohon.
Akarnya jadi bantal,
daunnya jadi selimut.
Bulu putih terlepas dari genggamanku,
bertengger di dadaku,
menjadi luka yang diam.
Mawar di tanganku jatuh,
kelopaknya berserak di tanah,
menjadi darah yang mekar di rumput.
Maaf ya...
Aku pulang.
Tapi rumahku sekarang
adalah pohon ini.
Membawa bulu putih dan mawar,
satu bersarang di dadaku,
satu lagi tumbuh di bawahku.
Karawang,8 juli 2026