Subuh yang Belum Selesai
Karya: Sri Lestari Putri Mulyani HarahapDi waktu subuh ku menatap luar,
embun mendinginkan dada yang pilu.
Angin membawa harap yang samar,
menyejukkan luka yang tak bertepi.
Bulan perlahan turun ke bumi,
fajar merengkuh cahayanya pucat.
Bintang lenyap disapa mentari,
tinggal tanya yang tak kunjung terjawab:
Kenapa di setiap lembar kisah,
aku selalu jadi sisi kelam?
Yang disalahkan, yang dituduh salah,
tak pernah dilihat apa yang dalam.
Aku bagai bintang di tengah malam,
berusaha bersinar meski sepi.
Merajut tawa dari keping mimpi,
menghibur diri yang sering terluka.
Izinkanlah, wahai semesta,
kali ini giliran aku bahagia.
Dalam satu cerita yang nyata,
yang bukan sekadar bayang semata.
07 Juli 2026