Jejak Harap di Balik Diam yang Tak Pernah Tiba
Karya: Sulfanita OldaAda kisah yang tetap tinggal meski waktu menghapus namanya dari kalender kehidupan. Dia bukan luka atau air mata, melainkan harapan yang bersembunyi di balik diamku. Aku menitipkan mimpi kepada doa, angin, langit, dan malam, tetapi setiap fajar hanya mengembalikan gema doa yang kehilangan alamat. Orang mengira diam adalah menyerah, padahal di dalamnya ada ribuan kata yang memilih terluka daripada menyakiti hati mereka. Aku belajar, tak semua penantian berakhir pada pelukan, dan tak semua harapan ditakdirkan tiba sesuai harapan. Namun jejak harap tetap kutanam agar aku ingat pernah percaya, berjuang, dan mencintai sepenuh jiwa. Jika harapanku tak datang, biarlah kasih, iman, dan keberanian tetap hidup. Sebab cahaya sejati lahir dari hati yang bertahan, meski berkali berjalan bersama gelap dan tetap memaafkan takdir.
Dalong, 3 juli 2026