Alamat yang Tak Pernah Salah
Karya: Tiara Fatimah AzzahraAlamat yang Tak Pernah Salah
Kutulis harap pada selembar malam yang diam-diam menyembunyikan tangisku.
Tak kukirim kepada manusia.
Sebab mereka terlalu sibuk menafsirkan luka dengan mata.
Sedangkan yang retak tak selalu terlihat.
Maka kupilih langit sebagai alamat.
Melompati jarak, menembus sekat.
Hanya sepasang tangan yang gemetar dan dahi yang lama bersujud.
Waktu berlalu.
Jawaban tak kunjung datang seperti yang kuinginkan.
Aku hampir percaya bahwa harapku tersesat.
Hingga suatu hari aku mengerti–
doa tidak pernah kehilangan arah.
Yang sering kehilangan arah adalah hatiku yang ingin semuanya terjadi sekarang juga.
Padahal Tuhan tak pernah keliru.
Ia hanya sedang menempa jemari dan jiwaku,
agar cukup tegap mendekap ketetapan yang selama ini kuminta.
Kini jika harapku belum juga menjadi nyata,
aku tak lagi bertanya,
"Mengapa?"
Sebab aku tahu,
langit bukan tempat doa-doa menghilang.
Ia hanya sedang mengembalikannya
dengan cara yang lebih indah daripada yang mampu kubayangkan.
Sumedang, 17 Juli 2026