Peluk Aku Sebentar Saja
Karya: Yohani Margareth Fiorenza Aksara SiregarAku tumbuh dari namamu,
namun tidak dari hangat seharusnya tinggal.
Di rumah bersama ayah,
aku belajar menata rindu tanpa tujuan.
Katanya ibu adalah tempat kembali,
tapi bagiku, kau seperti pintu
tak pernah benar-benar terbuka.
Aku pernah memanggilmu,
dengan suara yang kupelankan,
dengan harap sederhana—
ingin dianggap.
Ingin dilihat.
Sebagai anakmu yang utuh.
Namun yang datang hanya jeda,
sunyi yang panjang,
namaku jatuh tanpa jawaban
di balik pintu yang tertutup.
Aku menyimpan kata
tak sempat kau dengar,
hingga tangis menjadi satu-satunya cara
untuk merasa hidup.
Mungkin aku bukan bagian harimu,
atau aku hanya terlupa.
Tapi di hati yang menunggu,
aku berdiri di depan pintu itu—
mengetuk pelan,
meski tahu
aku anakmu,
tak pernah kau bukakan.
Ada harap yang tak pernah selesai—
bukan untuk dimiliki sepenuhnya,
hanya untuk dipeluk, sebentar saja.
Bekasi, 1 Juli 2026