Sisa Musim
Karya: Yudha PratiwiHari itu pada sebuah bangku usang, aku duduk menghadap siang
Menatap langit yang disesaki terik matahari
Sesekali, pandanganku jatuh mengurai simpul tali sepatu,
Lalu entah musim apa yang menyelinapi benakmu,
Kamu datang, duduk di sampingku, menyelipkan tema tanpa ragu
Hari itu pada sebuah sofa usang, aku kembali duduk menyapa malam
Menatap gemintang yang berkelap-kelip ramai
Sesekali, senyum singgah di sudut bibirku, untuk apa? Aku tak tahu
Lalu entah riuh apa yang bergemuruh di kepalamu,
Kamu, lagi, duduk di sampingku membawa kisah beraroma sendu
Biarlah, kelak kutanyakan pada sepotong langit yang muramnya terasa asing,
Harapan macam apa yang tertahan di balik jeda-jedamu itu?
Sebab, sedalam apa pun kuselami puisi-puisimu,
Namaku tak pernah tereja
Tak pula kisahku sempat kamu abadikan, meski hanya sebagai kebetulan tanpa disengaja
Lampung, 4 Juli 2026