Karya: Aissyiah
Namamu tinggal
di antara doa-doa
yang kini tak lagi kusebut.
Bukan karena aku lupa,
melainkan karena aku mengerti—
tak semua yang saling mencinta
ditakdirkan untuk saling memiliki.
Imanmu berjalan
ke arah yang kau yakini sebagai pulang,
sedang aku belajar berdiri
di jalan yang berbeda.
Aku pernah ingin bertahan,
namun cinta tak seharusnya
meminta kita kehilangan keyakinan
demi tetap bersama.
Maka jika kelak namamu kembali
di malam yang sunyi,
aku akan mengingatmu sebagai seseorang
yang pernah ingin kugenggam,
tetapi harus kuikhlaskan.
Sebab pada akhirnya,
namamu tinggal di hati,
dan imanmu berjalan
meninggalkanku di jalan
yang harus kupilih sendiri.
Banjarmasin, 27 Agustus 2026