Karya: Alfredo Fransiskus Nikimo Huby
Awalnya aku hanyalah kehampaan,
Kedatanganmu bagaikan matahari,
Yang menyinari setiap hari
Terangmu membuatku nyaman,
Namun aku memilih mangkir.
Saat kamu datang, aku memilih tenang.
Bukan karena takut, tapi aku senang.
Senyumanmu menarik perhatian,
Bukan karena lucu, tapi karena enak dipandang.
Aku ada perasaan, namun aku tak ada keberanian.
Ketika namamu disebutkan,
Aku hanya menaruh harapan,
Melalui doa kupanjatkan,
Kita berdua dapat dipersatukan,
Bukan untuk khayalan, tapi kenyataan.
Dia bagaikan sebuah kapal,
Doa membawaku sampai pada sebuah pelabuhan,
Pelabuhan yang ingin kutempuh,
Ialah pelabuhan cinta,
Untuk bersatu bersamamu.
Kini, doa menjadi jembatan
Yang membawaku pada persatuan,
Walaupun banyak tantangan,
Namun Tuhan telah memutuskan,
Akhirnya kita pacaran,
Karena doa yang menjadi jembatan.
Sorong, 22 agustus 2026