Dibaca: Memuat...
Di Ujung Langit yang Sama
Karya: Ali Ahmadi NafiDi antara jarak yang membentang,
aku menitipkan namamu pada doa.
Bukan kepada angin,
bukan pula kepada waktu,
melainkan kepada Tuhan yang mendengar segala harap.
Setiap sujud menjadi jalan,
setiap amin menjadi cahaya
yang menghubungkan dua hati
meski belum saling menggenggam.
Aku percaya,
doa yang tulus tak pernah tersesat.
Ia akan menemukan jalannya sendiri,
melintasi malam, hujan, dan rindu.
Jika kelak langkah kita dipertemukan,
biarlah itu menjadi jawaban
atas doa-doa yang lama kupeluk dalam diam.
Dan bila belum tiba waktunya,
aku akan tetap percaya,
bahwa setiap doa yang baik
selalu disimpan Tuhan pada waktu yang paling indah.
Payakumbuh, 5 Agustus 2026