Aliffia Alfi Al Bukhori - Menunggu Dinding Menjadi Pintu (LCP 48)

📅 26 Agustus
Menunggu Dinding Menjadi Pintu
Karya: Aliffia Alfi Al Bukhori


Menunggu Dinding Menjadi Pintu

Dahulu, kukira jarak adalah hukuman,
hingga kulihat kau berjalan dekat dengan cahaya,
sementara aku hanya berani,
menitipkan namamu kepada langit
yang tak pernah kehabisan telinga.
Di antara kita, Tuhan menegakkan dinding sunyi,
setinggi kemungkinan yang belum menjadi takdir.

Lalu angin membawa kabar paling samar.
Ternyata,
di baliknya, ada hati yang menghadap arah serupa.
Dua doa diam-diam menyebut nama yang berbalas,
sementara bibir memilih tetap menjadi diam.

Aku takut memanjat dinding itu,
takut terlalu dekat denganmu,
lalu kita terlalu jauh dari tangan-Nya.
Maka kubiarkan rindu menjadi jalan pulang.

Barangkali doa adalah air paling sabar,
merembes di sela batu, mengikis tanpa gaduh,
hingga pada musim yang dipilih-Nya,
Tuhan mengubah dinding itu menjadi pintu.


Sukoharjo, 23 Agustus 2026