Anik Hailaqhari - Anastomosis Lebah Madu (LCP 48)

📅 30 Agustus
Anastomosis Lebah Madu
Karya: Anik Hailaqhari


Lebah tak bertanya bunga
mana yang paling benar.
Ia menyesap pagi dari kelopak,
membawa pulang nektar
dari kebun-kebun asing.

Kita terlampau rajin:
memberi nomor pada doa,
memasang pagar di langit,
lalu heran ketika harapan
menolak berbaris.

Di sarang,
merah, putih, ungu
kehilangan nama.
Nektar bertaut dengan nektar;
asal-usul mencair,
batas-batas menjadi manis.

Madu.

Tak satu bunga pun
dapat mengaku sebagai pemilik rasa.

Ibu pernah berkata,
“Nak, kalau ingin didengar,
belajarlah mendengar dulu.”

Malam turun.
Dari rumah-rumah berjauhan,
doa berangkat membawa cemas,
rindu, malu, dan luka,
lalu bertemu dalam hening
yang tak menanyakan silsilah.

Lebah menyimpan sengatnya.
Kita membawa lidah.

Aneh,
sarang sekecil itu
sanggup melahirkan manis,
sementara mulut sebesar dunia
kadang terlalu sempit
untuk satu kelopak
yang mekar dalam warna lain.


Jambi, 26 Agustus 2026