Dibaca: Memuat...
Cakrawala semu
Karya: Anindya Aisya PutriDi mata cakrawala, kita tampak mesra bersatu,
seperti laut dan langit mengaburkan batas waktu.
Namun itu hanya tipuan jarak semu,
nyatanya, tangan kita tak lagi mampu merangkul.
Cinta memang megah, dibentang seluas samudra,
namun tak menjamin kita awet selamanya.
Rasa nyata yang hidup di dalam dada,
direnggut paksa dunia, dianggap remah tak berharga.
Kita adalah paradoks yang paling sunyi.
Kau bergerak ke kiri, aku mencari tanpa henti.
Namun kakiku melangkah ke arah kanan,
menjauh dari pelukan, tunduk pada kepatuhan.
Sebenarnya, aku masih ingin mendekapmu amat dalam,
menenggelamkan ego di balik matamu yang malam.
Namun memadu kasih ini adalah kemustahilan,
tak ada ruang diperjuangkan atau daya dipertahankan.
Tak apa jika sekarang kita terluka,
meminum cangkir takdir ini bersama.
Sebab kelak, kesadaran akan memeluk dengan tenang,
menyembuhkan ingatan, walau kita terlanjur tenggelam.
Banjarnegara, 17 Agustus 2026