Untaian doa di sepertiga malam ku
Karya: Annisa NurhasanaUntaian Doa di Sepertiga Malamku
Siang terlalu ramai
oleh suara-suara
yang memisahkan langkahku dari mimpi:
“Mustahil.”
Maka ketika malam menanggalkan riuhnya,
aku datang kepada-Mu
dengan tangan kosong
dan harapan yang enggan kubunuh.
Di sepertiga malam,
kusebut mimpiku dalam sujud,
merajut jarak antara
aku dan sesuatu yang terasa mustahil.
“Tuhan,
aku mungkin tak cukup kuat,
tak cukup hebat menurut mereka.
Namun izinkan aku mengetuk pintu itu,
sebab aku percaya,
Engkau mampu mempertemukan
doaku dengan takdir terbaik-Mu.”
Lalu setelah sujud,
aku bangkit dan berjalan.
Sebab doa bukan pengganti ikhtiar,
melainkan jembatan antara harapan dan langkah.
Jika mimpiku menjadi nyata,
biarlah doa dan perjuangan menjadi saksinya.
Jika tidak,
aku tetap percaya:
barangkali yang Kau satukan
bukan aku dengan mimpiku,
melainkan aku dengan takdir
yang sejak awal Kau pilihkan untukku.
Palembang,16 Agustus 2026