Alamat yang dihuni Doa
Karya: Artika IndrianiAlamat yang Dihuni Doa
Di antara gedung-gedung yang tumbuh seperti lupa,
seseorang menyimpan sebuah nama
di saku paling dalam.
Ia hanya dikeluarkan
ketika malam selesai merapikan kebisingannya.
Lalu langit dibuka
seperti surat yang tak pernah usang.
Di sanalah nama itu dilepaskan—
seekor burung kecil
yang berkali-kali pulang
meski dilempar jauh oleh jarak.
Sementara waktu sibuk
memindahkan wajah dari satu usia ke usia lain,
doa menyatukan jarak
sebagaimana langit menghafal
burung-burung yang pulang.
Dan nama itu tetap tinggal,
di tempat yang tak pernah berpindah:
kedua telapak tangan.
Lebuawu, 10 Agustus 2026