Asti Fatatun Malihatun - Doa di Balik Jarum Suntik (LCP 48)

📅 16 Agustus

Doa di Balik Jarum Suntik

Karya: Asti Fatatun Malihatun


Doa di Balik Jarum Suntik

Di ranjang, seorang pasien terbaring lemah,
kalung salib kecil tergantung di lehernya, berkilau di bawah lampu ruangan,
bibirnya bergerak pelan, mengucap doa dalam bahasa yang tak kumengerti.

Aku memasang jarum infus di punggung tangannya yang gemetar,
kulihat matanya terpejam, tangannya menggenggam salib itu erat,
seolah sedang berbicara pada Tuhan yang ia kenal sejak kecil sebelumnya.

Aku menyelesaikan tugasku dengan tenang,
lalu dalam hati aku ikut berdoa, dengan bahasa yang kubisikkan lima kali sehari,
memohon kesembuhan untuknya, apa pun jalan yang ia tempuh menuju Sang Pencipta.

Dua doa berbeda bahasa, naik ke langit yang sama,
tak saling bertabrakan, tak saling menyalahkan,
hanya dua hati yang sama-sama berharap satu hal yaitu: kesembuhan.

Di ruangan, aku belajar,
bahwa jarum suntik bisa menembus kulit siapa saja,
tapi doa yang tulus, menembus jauh lebih dalam dari segalanya.


Kebumen, 15 Agustus 2026