Dibaca: Memuat...
Senjakala Renjana
Karya: Aufa Zahra SalsabilaDi atas sajadah ini,
aku bersimpuh
bak ranting yang rapuh
Di atas sajadah ini,
aku mengeluh
rasanya— berdoa tanpa sungguh
Di atas sajadah ini,
aku mengadu
Seperti ada riuh
tapi juga candu
Lalu, aku
kembali bersujud
pada sang Pemilik Waktu
Sekian musim berlalu
Rak buku pun sudah berdebu
Tak ada lagi yang bersenandung merdu
Di kala resah dan sendu menghampiriku
Kukira, damai sudah hatiku
tapi anehnya
dalam ombak lautan manusia itu—
aku menemukanmu
Ah, perkiraanku salah
nyatanya malah gaduh tak karuan
berdetak tanpa alasan
dan tanpa sadar—
sambil mengadu pada Tuhan
Inikah yang mereka sebut
doa yang menyatukan?
Pandai sekali Tuhan
membuatku jatuh bangun
sambil merajut sajak rindu
agar aku ingat
siapa yang menuntunku
kepada hati
yang sama-sama mencintai-Mu
Aku, dan sajadah panjang itu
adalah penyatu
antara cinta dan ragu
Pun, doa
bukan hanya minta
tapi ia juga penyatu—
antara langit dan bumi
aku dan kamu
luka dan sembuh
Kairo, 18 Agustus 2026