Dibaca: Memuat...
Terambau Senyummu
Karya: Azza MambaussaadahKucongkel mata-mata itu
yang berani menyukaimu lebih dariku.
Niscaya bintang pun malu
sebab kau bersinar-sinar semu.
Ah, indah sekali.
Perihal rupa, siapa yang tak terpikat?
Rasa rona ini tak lekang,
selalu berbumbu, sungguh.
Berdarah-darah sudah kita,
meminta hidup dipaksa mati.
Lantas, setelah berlari-lari,
inikah balasannya?
Mereka mengaung
bilamana aku menebus dosa untuk mencintaimu.
Dan, bila ku mampu,
sudikah kau membersamai dosaku?
Jika pada akhirnya tak bersama,
bisakah aku mengeringkan namamu dari pikiran ini?
Atau berjalan merajut kisah
tanpa melirik kain sebelumnya?
Namun, jika pada akhirnya kita bersama,
maukah kau melihat aku mencincang tubuhku?
Lalu, serpihan-serpihan itu dibakar
untuk menebus dosa sebab mencintaimu,
hingga gugur, sirna, tak tersisa.
Terayu warnamu,
terambau senyummu.
Beginilah caraku menyukaimu:
bertempur dengan maha terdahulu.
Blitar, 21 Agustus 2026